Beranda » Gegara Dumbo Mati, BKSDA Jatim Evaluasi Perawatan Satwa KBS

Gegara Dumbo Mati, BKSDA Jatim Evaluasi Perawatan Satwa KBS

Wali Kota Eri: Tunggu Tim Independen

Surabaya, JNN – Kebun Binatang Surabaya (KBS) berduka. Anak gajah bernama Dumbo itu, mati. Pasca kematian Dumbo, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mendatangi KBS untuk mengevaluasi pengelolaan kesehatan satwa disana.

Plh Kepala BKSDA Jawa Timur, Hartojo mengatakan, evaluasi dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak. Seperti Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI).

“Hari ini tim dari Direktorat KKH dan BBKSDA Jatim dengan melibatkan PDHI dan PKBSI melakukan evaluasi pengelolaan kesehatan satwa di KBS,” kata Hartojo dikonfirmasi jurnalis, kemarin.

Hartojo mengatakan, pihaknya juga melakukan autopsi terkait penyebab kematian Dumbo. Namun, hasilnya masih belum diketahui dan baru akan keluar pekan ini. Terkait waktu tepatnya, Hartojo memperkirakan hasil autopsi bisa diketahui pada Kamis (23/12/2021).

Hartojo juga belum bisa memaparkan kronologi meninggalnya gajah berusia dua tahun tersebut. Hartojo mengatakan dirinya masih menunggu hasil dari tim evaluasi.

“Nanti menunggu hasil tim evaluasi dulu,” tukas Hartojo.

Di bagian lain, Humas KBS, Agus Supangkat menyatakan proses autopsi telah dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Dumbo. Ada sejumlah organ-organ tubuh Dumbo yang sudah dibawa ke laboratorium. Namun, Agus enggan membeberkan organ apa saja yang dibawa ke laboratorium dan gejala Dumbo sebelum mati.

“Sementara yang bisa saya sampaikan KBS akan memberikan rilis resmi berkaitan kematian Dumbo. Jadi menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil autopsi. Akan kita jelaskan nanti waktu rilis resmi, biar komplit tidak terpotong-potong,” tepis Agus.

Wali Kota Eri: Penyebab kematian Dumbo tunggu tim independen

Pada kesempatan lain, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta semua pihak bersabar menunggu hasil pemeriksaan tim independen terkait kematian Dumbo milik KBS.

“Sekarang sudah dilakan pemeriksaan oleh tim indepen baik itu dari Polrestabes, dari kementerian juga ada, kita tunggu saja hasilnya. Nanti pasti disampaikan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa (21/12/2021) siang.

Menurut Eri, jika mengacu dari keterangan yang disampaikan pihak manajemen Perusahaan Daerah taman Satwa (PDTS) KBS, memang sudah ada riwayat penyakit yang didalami Dumbo semasa hidup. Hanya saja, semua itu tetap harus menunggu hasil pemeriksaan oleh tim independen.

“Siapa sih yang mau, kalau ada binatangnya mati, pasti semuanya menjaga. Biarlah ini (pemeriksaan tim independen) berjalan berjalan dulu,” pinta pejabat yang karib disapa Mas Eri itu.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak KBS terkait matinya Dumbo. Dirut PDTS KBS, Khoirul Anwar, melalui whatsapp, membenarkan kematian Dumbo tanpa menjelaskan alasan kematian Dumbo.

Informasi yang beredar, Dumbo mati seminggu yang lalu, namun baru diketahui media pada Jumat (17/12/2021).

Dumbo merupakan anak kedua dari induk Gajah Sumatera bernama Lembang dengan gajah jantan bernama Doa. Dumbo lahir secara normal dengan berat 112 kilogram dan tinggi badan 88 sentimeter dengan lingkar dada 118 sentimeter pada 22 Juli 2019.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, yang saat itu menjabat Wali Kota Surabaya, bersama cucunya bernama Gwen, melihat gajah mungil yang masih berusia tujuh hari itu. Dan Gwen memberi nama Dumbo pada anak gajah tersebut. (brint)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *