Geliat Seni Budaya Tradisional
Kediri, JNN – Bertujuan melestarikan seni budaya Kota Kediri, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudpapora) menggelar pertunjukkan seni jaranan secara virtual.
Pagelaran ini sengaja diadakan untuk menghidupkan kembali gairah seni jaranan yang sudah lama berhenti akibat pandemi Covid-19.
Kota Kediri, menjadi salah satu daerah di Jawa Timur dengan peninggalan sejarah, dan tempat pariwisata yang potensi. Kesenian jaranan sebagai salah satu industri kreatif di Kota Kediri, yang sanggup bertahan diantara perkembangan teknologi, yang sudah masuk ke sendi kehidupan masyarakatnya.
Tari Jaranan merupakan kesenian tari tradisional yang dimainkan oleh para penari, dengan menaiki kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu dengan istilah kuda lumping.
Tidak hanya kaya dengan nilai seni dan budaya, tarian ini pula sangat kental dengan kesan magis serta nilai spiritual. Tarian ini masih senantiasa hidup serta lestari.
Kembali ke pagelaran yang dihelat Disbudpapora Kota Kediri, seni jaranan virtual tahun ini berlangsung di Gedung Setya Satosa Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 Kediri.
Selama lima hari, sejak 4 Desember 2021 lalu, pagelaran diikuti oleh lima grup jaranan Kota Kediri. Kelima grup tersebut antara lain, Satrio Anom Budoyo dari Kelurahan Ringinanom, Ronggo Lawe dari Kelurahan Bujel, Sela Kencana dari Kelurahan Ringinanom, New Waring Putra dari Kelurahan Timanan dan Bandung Cokro Kusumo dari Kelurahan Blabak.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Agus Arifin memaparkan, pagelaran seni jaranan virtual sengaja diadakan dengan tujuan untuk meletarikan seni budaya yang ada di Kota Kediri. Disbudparpora berkomitmen untuk mewadahi para seniman yang sudah lama tak berkreasi, akibat pandemi Covid-19, sehingga gairah mereka bisa kembali.
“Kami dari Pemerintah Kota Kediri dalam hal ini Disbudparpora berkalobrasi dengan Kodim 0809 Kediri, di akhir tahun pertunjukan jaranan virtual pandemi 2021. Tujuan kami melaksanakan kegiatan ini adalah untuk melestarikan seni budaya Kota Kediri. Kedua mewadaahi seniman Kota Kediri yang sudah lama tidak berkreasi di masa pandemi,” ujar Agus di sela acara kepada jurnalis.
Dalam pagelaran ini, satu grup jaranan tampil untuk satu hari. Pertunjukkan dilaksanakan secara virtual dengan maksud untuk mentaati protokol kesehatan. Dengan tampil bergiliran diharapkan tidak menimbulkan kerumunan. Terlebih pentas ini juga tanpa penonton di lokasi.
Di kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Seni Jaranan Wahyu Krida Budaya Kota Kediri, Mudofir menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Kediri yang sudah memberikan fasilitas kepada seniman jaranan untuk pentas. Sebab, selama pandemi para seniman nyaris tak mendapat permintaan untuk tampil.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah. Selama ini kami tidak ada pentas. Sekarang difasilitasi oleh pemerintah bisa tampil,” ujar Mudofir.
Meski tidak ada job, imbuh dia, tapi pihak paguyuban tetap berusaha untuk melestarikan kesenian jaranan Kota Kediri. Masing-masing grup jaranan tetap berlatih secara rutin, sembari menunggu situasi pandemi mereda. (brint)


