Beranda » Meski Kecewa, Rakyat Kota Madiun Serbu OP Migor dan Beras

Meski Kecewa, Rakyat Kota Madiun Serbu OP Migor dan Beras

Inisiasi Dinas Perdagangan, Bulog dan swasta

Madiun, JNN – Melejitnya harga minyak goreng belakangan ini, membuat rakyat kelimpungan. Atas kondisi itu, Dinas Perdagangan Kota Madiun dan Bulog menginisiasi gelar Operasi Pasar (OP), kemarin.

OP minyak goreng, beras dan komoditas lain yang didukung salah satu waralaba di Pasar Sleko Kota Madiun itu, tak disia-siakan rakyat setempat. Meski mengaku kecewa, gelar OP berlangsung tertib dan lancar.

Bahkan antrean sempat mengular, hingga petugas kuwalahan. Padahal, OP dilayani mulai pukul 08.00 WIB, khusus warga ber-KTP Kota Madiun. Untuk menghindari kerumunan, petugas meminta KTP warga dan dipanggil satu per satu.

Kekecewaan rakyat timbul karena mereka lama menunggu berjam-jam, faktanya ada pembatasan pembelian pada minyak goreng. Yakni satu orang, hanya dapat membeli satu liter minyak goreng seharga Rp14.000.

“Saya kesini dari jam 06.00 WIB tadi. Ya agak kecewa juga, kan beli minyaknya dibatasi satu liter per orang,” keluh wanita paruh baya warga Kecamatan Taman.

Senada juga dikatakan ibu rumah tangga warga Kelurahan Pandean. Dirinya mengaku setelah sekian lama menunggu, hanya mendapat satu liter minyak goreng kemasan.

“Yang jelas ya terbantu. Tapi minyaknya ini lo kita hanya dapat satu liter. Kecewanya disitu,” gerutunya.

Pada sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rasidi mengaku, pihaknya akan berkoordinasi ulang dengan suplier dan Bulog terkait harga komoditas yang dijual. Jangan sampai, harga perbedaan harga pada OP berbeda tipis dengan yang dijual di pasaran.

Ansar mencontohkan pada OP, untuk harga minyak goreng kemasan 2 liter yang disiapkan suplier, memiliki selisih harga Rp1.500 dibanding harga di pasaran, plus ditambah pasta gigi gratis. Sedang gula yang disediakan Bulog, hanya terpaut Rp200. Yakni Rp12.300 perkilogram, dari harga di pasaran Rp12.500 perkilogram.

“Kalau gula selisihnya sedikit sekali. Apalagi mereka kesini kan butuh transport dan biaya parkir. Berarti kan hampir sama dengan harga di pasar saat ini. Ini kami komunikasikan dengan Bulog, untuk mengkaji ulang, makna dari OP itu sendiri. Jangan sampai harganya hampir sama,” ucap dia.

Selain minyak goreng dan gula pasir, sejumlah komoditas lain yang turut dijual dalam OP di antaranya beras. Untuk beras medium seharga Rp8.500 perkilogram, jenis premium Rp10.500 perkilogram. Tepung Rp7.500 perkilogram dan telur ayam ras Rp22.000 perkilogram.

Ansar menjelaskan, OP akan terus berlangsung hingga 21 Januari mendatang. Lokasinya berada di enam titik. Di antaranya di Pasar Sleko, Pasar Kojo, Pasar Sri Jaya (Njoyo), Bundaran Taman, Pasar Jalan Merpati dan halaman kantor Kecamatan Manguharjo. (brint-untung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *