Beranda » Risma: Demi Allah, Saya Tidak Pernah Minta Jabatan, Berat Tanggungjawabnya

Risma: Demi Allah, Saya Tidak Pernah Minta Jabatan, Berat Tanggungjawabnya

Masuk Bursa Pilgub DKI Jakarta 2024

Jakarta, JNN – Meski masih dua tahun digelar, bursa calon pengganti Anies Baswedan mulai menyeruak. Seperti halnya di internal PDI Perjuangan. Sejumlah nama muncul, satu di antaranya, Tri Rismaharini.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku tak pernah meminta jabatan apa pun meski digadang-gadang masuk bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024 mendatang.

“Demi Allah, saya tidak pernah meminta jabatan karena berat pertanggungjawaban itu. Kenapa disumpah? Karena pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia,” ujar sosok yang karib disapa Risma, di Jakarta, belum lama ini.

Risma tidak pernah menyangka akan menjadi Wali Kota Surabaya sebelum menduduki jabatan sekarang sebagai Mensos. Bahkan, hal itu tidak pernah terpikirkan olehnya.

“Saya pernah debat di Mesir, di Al-Azhar, ada seseorang menyampaikan bahwa (jabatan) itu harus direbut, bagi saya tidak. Kalau saya merebut itu kemudian saya tidak mampu, seperti apa? Itu saya tekankan pada saya,” tukas dia.

Risma mengenang saat pencalonan untuk pemilihan Wali Kota Surabaya. Dia sempat emosional hingga tidak bisa makan seminggu.

Risma juga mengaku tidak berani berharap atau berdoa untuk menduduki jabatan tertentu. Dia lantas beranggapan suatu jabatan adalah amanah atau titipan, bukan diminta.

Pada bagian lain, sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto membeberkan sejumlah nama yang digadang memiliki potensi menggantikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat Pilkada 2024 mendatang.

Hasto bilang, terdapat beberapa nama kader PDI Perjuangan yang telah berhasil memimpin di tingkat kabupaten-kota di Indonesia.

Beberapa nama tersebut di antaranya, kata Hasto, yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini yang juga merupakan eks Wali Kota Surabaya.

Kata Hasto, dalam kepemimpinan Risma selama dua periode di Kota Surabaya, Risma mampu menunjukkan perubahan yang signifikan. Hal itu terlihat dengan adanya perubahan secara kultur di dalam masyarakat Surabaya.

“Sehingga masyarakat Surabaya kita lihat sekarang merawat lingkungan dengan baik melakukan tata kota yang mencerminkan keindahan kota Surabaya,” ujar Hasto, dalam sebuah kesempatan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, awal Januari lalu.

Sementara, untuk Gibran Rakabuming Raka dirinya berharap kalau putra dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu masih dinilai perlu untuk membuktikan kepemimpinan yang ideologis.

Beberapa nama yang dimaksudkan Hasto juga dinilai telah berhasil dalam memimpin menjadi pejabat di kabupaten-kota.

Ada beberapa nama kader PDI Perjuangan yang berpeluang jadi cagub DKI Jakarta. Mereka di antaranya, Abdullah Azwar Anas yang merupakan eks Bupati Banyuwangi. Lalu Hendra Prihadi Wali Kota Semarang, Jawa Tengah. Juga mantan Bupati Ngawi, Budi ‘Kanang’ Sulistyono. Kemudian Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

“Cukup banyak calon-calon pemimpin, karena proses kaderisasi di sekolah partai mereka layak untuk dicalonkan di Jakarta,” ucap Hasto.

Saat ini, ujar Hasto, yang menjadi fokus dari partai berlogo kepala banteng itu, masih untuk melakukan konsolidasi di internal partai.

“Tapi skala prioritas saat ini untuk PDI Perjuangan adalah memperkuat seluruh jejaring partai hingga menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Jakarta,” pungkas Hasto. (bri-ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *