Fatkhur Cs Siap Dukung
Mojokerto, jendelanusanews.com – Pengukuhan pengurus DPC FPPI Kabupaten Mojokerto (dengan ketua Mayor Purn. Kiptono, red.) dan Kabupaten Sidoarjo (dengan ketua Kolonel Purn. H. Sutawijaya, red.), Sabtu (25/2/2023).
Acara dihadiri berbagai DPC dari hampir seluruh daerah di Jawa Timur, FKPPI, FKPPI Jatim Bung Tomo hingga utusan DPP FPPI, diantaranya Kolonel Rahmat Suhaji yang sering viral di berbagai youtube maupun publikasi, karena membela rakyat kecil termasuk dari tekanan bank dan rentenir serta agar Indonesia tidak dikuasai asing; juga Laksama Pertama Purn. TNI Hendri.
Dalam acara yang berlangsung di Kampus IKHAC Bendunganjati, kawasan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Ponpes Amanatul Ummah yang dibawah asuhan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim tersebut, juga diserahkan serta dipakaikan seragam ‘kebesaran’ FPPI kepada Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra), sekaligus sebagai rangkaian Gus Barra menjadi Anggota Kehormatan FPPI.
Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) digawangi oleh para purnawirawan peduli cita-cita Proklamasi asli termasuk sejumlah jenderal untuk pengurus pusat diantaranya Laksamana TNI Purn. Slamet Soebijanto, Mayjen TNI Purn. Kivlan Zein, Mayjen TNI Purn. Sunarko, Marsma TNI Purn. Sugianto dan lain-lain.
Dengan Ketua Umum DPP FPPI dipercayakan kepada Kolonel TNI Purn. Sugeng Waras yang beberapa waktu lalu ditusuk orang tidak dikenal yang diantaranya diduga karena kekritisan sikapnya untuk menuju cita-cita Proklamasi NKRI.
Ketika peristiwa itu terjadi, hingga Sugeng Waras dibela oleh Letjen TNI Purn. Dr (HC) Doni Monardo yang Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) pusat. Doni Monardo yang mantan DanPaspampres meminta kasus tersebut diusut tuntas.
FPPI bersumber dari PEPABRI (PPAD, PPAL, PPAU, POLRI) yang mandiri dan bukan underbownya, ditambah Anggota Kehormatan dari para pakar dan praktisi dibidangnya serta Anggota Luar Biasa (ALB) perekrutan dari keluarga besar TNI POLRI (Ormas, FKPPI, dll) dan masyarakat yang sepaham.
Meskipun FPPI sebagai ormas baru dikukuhkan kelahiranya pada 24 Januari 2022 yang lalu (sekitar satu tahun lebih sedikit, red.) di Monumen Kejuangan Bandung, Jawa Barat namun FPPI bersatu niat, berbulat tekad dan bersandar kepada kemuliaan dan kebesaran Allah SWT, berperan bersama-sama elemen bangsa lainya sebagai jembatan dan perekat antara rakyat dengan pemerintah. Membela kepentingan rakyat dengan sedapat mungkin berlandas kejujuran, kebenaran, keadilan.
“Kita memegang kejujuran, kebenaran, keadilan, dan kebaikan-kebaikan dengan gerakan FPPI Hanya Untuk Rakyat,” tegas Rahmat Suhaji saat memberi sambutan di hadapan ratusan hadirin yang disaksikan Wabup Mojokerto Gus Barra yang mewakili Pemerintah Kabupaten Mojokerto, sekaligus yang tergabung sebagai Anggota Kehormatan.
Dengan ‘gerakan’ FPPI Hanya Untuk Rakyat, Rahmat Suhaji telah memberikan sejumlah contoh dengan melakukan pembelaan terhadap rakyat secara gratis tanpa tarif yang menurut salah satu sumber klop bersinergi lebih jauh dengan Asep Saifuddin Chalim yang juga ayahanda dari Gus Barra yang mereka mendukung penuh acara FPPI serta memiliki kepedulian yang luar biasa tinggal memaksimalisasi efektivitas.
Pada intinya Rahmat Suhaji menyampaikan bahwa FPPI dengan semangat Hanya Untuk Rakyat tersebut, diiringi langkah-langkah riil serta jangan sampai hanya semangat sesaat lantas setelah itu adem ayem seperti yang terjadi berbagai yang lain.
Rahmat Suhaji pun menyampaikan pada saat ini banyak lembaga-lembaga berkedok investasi dan tabungan yang merugikan masyarakat hingga Triliun-an Rupiah akan tetapi tidak ada tindakan yang memadai dari pemerintah untuk menghukum koperasi-koperasi tersebut.
Namun ketika rakyat kecil yang berurusan pinjaman dengan bank, misal pinjam Rp80 juta dengan jaminan Rp500 juta lebih, namun dengan mudah aset jaminan senilai Rp500 juta itu akan disita untuk dilelang.
“Hal-hal seperti ini harus kita bela, saya bersama tim banyak melangkah untuk kasus-kasus tersebut, termasuk soal rentenir. Dan Alhamdulillah banyak yang berhasil. Masyarakat kita banyak yang susah, jangan kian dibuat susah,” ungkap Rahmat Suhaji.
Hal tersebut memiliki sejumlah kesamaan dengan yang pernah disampaikan Asep Saifuddin Chalim bahwa banyak rakyat yang hingga gantung diri gara-gara persoalan ekonomi itu. Dimana soal tersebut harusnya menjadi tanggung-jawab negara sebagaimana amanat Proklamasi, UUD 1945 dan Pancasila bahwa negara berkewajiban memajukan kesejahteraan umum (kesejahteraan), mencerdaskan kehidupan bangsa (dengan pendidikan yang harusnya gratis mulai dari level bawah hingga Perguruan Tinggi dan bukan kian mahal, namun yang melaksanakan pendidikan gratis ini malah negara lain) serta turut serta mewujudkan perdamaian dunia.
Sunaji (Pak Alex), Siswahyu Kurniawan FKPPI penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto serta buku biografi Asmuni – Srimulat, Fatkhur (Pak Kur) purnawirawan Pacet – Mojokerto dkk yang sering menangani acara dengan dibeayai penuh oleh Romo Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (Kyai Asep) pun mendukung yang menjadi perhatian Rahmat Suhaji yang memiliki kesamaan pemikiran dengan Kyai Asep, sehingga ke depan bisa saja menjadi sinergi yang kian kuat untuk rakyat agar tidak terjerat rentenir maupun lembaga keuangan yang nakal.
Fatkhur sepakat dengan yang disampaikan Rahmat Suhaji bahwa lebih banyak rakyat yang jatuh miskin akibat Covid – 19 yang dengan itu terjerat pinjam pada lembaga keuangan. Fatkhur juga menyampaikan hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk gotong-royong entah dimulai dari mana.
Yang jelas di Indonesia, lebih-lebih masyarakat Jawa yang mayoritas, dari dulu memiliki jiwa gotong-royong akan tetapi sayangnya ternyata hampir tidak ada gotong-royong ketika bicara kepentingan ekonomi bersama.
“Kita punya motto gotong-royong tapi sayangnya soal ekonomi kita tidak melaksanakan gotong-royong. Malah pihak asing yang gotong-royong dengan masuk Indonesia lantas merampok harta kekayaan Indonesia dengan berbagai cara termasuk melibatkan oknum penyelenggara negara. Sehingga rakyat kian banyak terjepit tidak berdaya, banyak yang gantung diri, banyak yang saling bentrok dibawah hanya urusan yang sangat-sangat kecil-kecil,” ungkap Fatkhur menyampaikan keprihatinannya yang tidak berdaya melihat banyak oknum aparat yang mengeruk kekayaan Indonesia bekerjasama pihak asing, bahkan diantaranya dengan hal-hal negatif seperti yang banyak mencuat di media soal narkoba, minuman keras, judi online, kasus Sambo dan group, data-data online dan lainnya.
Dengan acara FPPI yang didukung penuh Kyai Asep beserta putranya, Wabup Mojokerto Gus Barra, dari situ terdapat banyak kesamaan. Fatkhur pun berharap lebih jauh ide Rahmat Suhaji yang memiliki kesamaan tersebut akan pula lebih didukung Kyai Asep termasuk dalam rangka memberi bantuan hukum kepada rakyat yang terjerat rentenir dan lembaga keuangan. Yang untuk mewujudkan tersebut akan lebih baik Rahmat Suhaji dkk intensif berkomunikasi dengan Kyai Asep untuk memformulakan.
Kepada pihak-pihak yang memiliki kekayaan lebih, masih kata Fatkhur, penting untuk meniru yang dilakukan Asep Saifuddin Chalim yang kepeduliannya luar biasa. Dengan kian banyak orang kaya yang peduli, maka akan lebih banyak rakyat yang diselamatkan. “Penting ada orang kaya lainnya untuk meniru kepedulian Kyai Asep,” ungkap Fatkhur yang pernah di Kopassus, yang hal tersebut juga diamini Sunaji (Pak Alex).
Terpisah, Siswahyu Kurniawan sepakat yang disampaikan Fatkhur. Juga mendukung ide Rahmat Suhaji.
Menurutnya perlu dibuat tim-tim semacam tim-nya Rahmat Suhaji, tim-tim kecil namun bergerak lincah di berbagai daerah yang intinya tim-tim tersebut punya pemahaman untuk koordinatif dan suporting terhadap FPPI. Misal dengan masing-masing sejumlah orang membuat sub-bendera, akan tetapi dengan pemahaman tetap suporting FPPI.
“Kami tetap dengan publikasi dan yang sebisa mungkin dikerjakan, riwa-riwi,” ungkap Siswahyu Kurniawan FKPPI yang ayahandanya terakhir menjabat di Kodim, sementara Pakde-nya Kolonel Sukardji saat dinas di Kodam Brawijaya merupakan salah satu tokoh bersama Kolonel M. Said dan Kolonel Sampoerno yang membantu mencarikan kayu-kayu jati untuk Pendopo Agung Trowulan.
Sebagai catatan, Rahmat Suhaji juga telah bersurat kepada Kapolri soal berbagai mafia yang menteror rakyat agar ditindak tegas. (utg)

