Perangi Judi Online, Polda Jatim Gandeng Kreativitas Anak Muda
Jendelanusanews.com Surabaya – Dalam upaya memberantas judi online yang semakin meresahkan, Polda Jawa Timur menggelar Festival Film Pendek bertema “Bahaya Judi Online”. Acara ini merupakan bagian dari strategi edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang dampak buruk dari judi online.
Festival ini diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Seleksi video berlangsung pada 6–10 Januari 2025, dengan puncak acara berupa Malam Anugerah Festival Film Pendek Kapolda Jatim di Auditorium Graha Wiyata, Untag Surabaya, pada Senin (20/1/2025).
Direktur Reserse Siber Polda Jatim, Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono H. K., S.I.K., M.Si, menyampaikan bahwa pendekatan kreatif melalui media film menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat.
Festival film pendek ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus menyuarakan bahaya judi online. Kami berharap, kegiatan ini dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat dan mendorong mereka untuk melaporkan aktivitas judi online di lingkungan mereka,” ujar Kombes Bagoes.
Menurut data Polda Jatim, hingga akhir 2024, lebih dari 600 kasus judi online telah ditangani, dengan perputaran uang mencapai Rp1,4 triliun dalam enam bulan terakhir. Barang bukti yang disita bernilai sekitar Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari kejahatan siber tersebut.
Dalam acara ini, Polres Trenggalek meraih gelar Juara Favorit melalui film pendek yang menggambarkan dampak judi online terhadap keharmonisan keluarga. AKP Zainul Abidin, perwakilan Polres Trenggalek, mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari banyaknya kasus perceraian di Pengadilan Agama yang dipicu oleh masalah judi online.
Kami ingin masyarakat memahami bahwa judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak hubungan keluarga dan sosial,” jelas AKP Zainul.
lFestival ini melibatkan sejumlah ahli sebagai juri, seperti Totok Sumarno (wartawan senior), Selvy Wang (JTV), dan Yogi Raka Siwi, S.I.Kom (Direktorat Sistem Informasi YPTA Surabaya). Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Polda Jatim berharap kampanye melawan judi online dapat lebih berdampak luas.
Kombes Pol Bagoes menambahkan bahwa keberhasilan festival ini membuka peluang untuk penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang dengan tema yang lebih beragam, seperti melawan pornografi dan kejahatan siber lainnya.
Melalui pendekatan kreatif seperti ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kejahatan siber,” pungkasnya.
Festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menjadi langkah inovatif dalam memerangi kejahatan siber yang kian kompleks.(Yudi)

