Bojonegoro , JNN.Com. KERAMAHAN dan fleksibel, adalah salah satu nya yakni Kades Pacing kecamatan Sukosewu Didik Pur Wahyudi, berjuang Berbenah untuk selalu demi kemajuan desa dan kerukunan sesama Warga. Meskipun 3 organisasi keagamaan, tetapi Guyup Rukun berbarengan, bahkan dari 14 desa dalam wilayah kecamatan Sukosewu, ketokohan Pak Didik (panggilan akrab Kades Pacing -red) menonjol yakni kebersamaan untuk sama sama mewujudkan ‘angen-angen’, pencapaian saat hajat kabupaten Bojonegoro, dari desa Pacing kecamatan Sukosewu berkontribusi sebanyak 95,13 % dari DPT. “Alhamdulillah… dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga meskipun tidak mencapai 100 %, yang ibaratnya merasa ‘kempal hajat’.
Kades Pacing meskipun di Lantik 2 periode, namun Beliau yang juga Bapak dari salah satu Anggota Polres Pasuruan kota, ini tidak tahu mana Sawah bengkok. Karena sudah jadi komitmen awal di periode Pertama.”hehehehe “.
Selanjutnya, pak Inggi Pacing yang Low Profil ini, memang memberikan pelayanan kepada warga tanpa mengenal waktu, dan tidak ada istilah ‘tebang pilih’.” Rejeki bisa bersumber dari mana saja, selama menekuninya meskipun dengan mengarahkan orang lain. Kita normatif saja, tidak berlebih-lebihan. Meskipun tidak pernah mengerjakan Sawah ‘Bengkok’ .. hehehehe”, tuturnya saat rilex di hari Minggu (2/2/2025).
“Perihal pekerjaan dinas, semua perangkat juga sesuai Tupoksi nya. Sehingga tidak selalu ‘mohon petunjuk Bapak’…
Dengan kesigapan perangkat yang bertugas, sehingga mudah memanagement. Dengan demikian pencapaian untuk peningkatan kesejahteraan warga, selalu dan selalu Hari ini harus lebih sejahtera dari pada hari kemarin, hari besok harus lebih sejahtera dari pada hari ini.
Namun dengan langkah yang normatif yang ikhtiar dan berdo’a.
Ikhtiar nya riil usaha, do’a, agar Allah SWT. Ngijabahi dan memberikan kemakmuran yang barokah.
Memang bila ada keterbatasan anggaran, selalu di upayakan Swadaya. Masyarakat Alhamdulillah, ready dan sama sama merasa handarbeni. “Meskipun saya tidak harus cara cara meng-intimidasi, Alhamdulillah warga saeyek saekopraya. Kempal Hajat dengan nadzar ‘cukur gundul’. Seperti lagu nya Meggi Z.”Terlanjur basah yaa sudah mandi mesisan “.
“Krajan 10 RT. Mekalen 5 RT. Sumberejo 5 RT. Adalah dusun desa Pacing. Bisa sama sama merasakan ibaratnya puasa 5 tahun di periode Pertama. Namun tetap mewujudkan pembangunan sesuai dengan regulasi yang tertuang dalam keputusan Musrenbang, tetapi bila ada hal yang tak terduga, tetap di temukan solusi. Karena warga juga merasa kempal Hajat dengan Pemdes Pacing.”Kami mohon do’anya, atas kebersamaan ini selalu. Rabo pahing, adalah hari sejarah desa Pacing atau tirone desa.
Insya Allah..
Besuk saat Sedekah Bumi, Kami mengundang kerawuhan Bapak Bupati Setyo Wahono (malam hari), untuk siang harinya saat Banca’an, kerawuhkan ibu Wakil Bupati Bojonegoro Ibu Hj. Nurul Azizah.
Dan pengajian dulu insya Allah, mendatang Ustadzah dari Cilacap ‘Ning Mumpuni’ tanggal 20 Oktober 2025.
Tanggal 22 Oktober Bancaan di Halaman Baldes/Rumah Pak Kades merawuhkan Bu Wakil Bupati. Sedangkan Malam Hari merawuhkan Bapak Bupati. Banca’an jam 10.00.WIBB.
Seusei Dzuhur di lanjutkan hiburan Langen tayub.
Desa Pacing, memang desa Produsen, Tembakau. Insya Allah, saat acara berlangsung dengan di rencanakan ini, pas warga Bar panenan Tembakau.”, ulasan Pak Kades Pacing yang Gagah dan Manis, dulu sering menikmati hidup di kota selama masa Lajang nya.**(Eko/sk)

