
SIDOARJO JNN,– Stok beras menjelang Hari Raya Idul Fitri dipastikan aman. Kepastian itu disampaikan langsung Pimpinan Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara, Mara Kamin Siregar, usai bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor di Pendapa Delta Wibawa.
Mara mengatakan, stok beras di wilayah Surabaya Utara dipastikan aman. Seperti Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Menurutnya, pihaknya memiliki stok beras yang berada di gudang sebanyak 8.000 ton lebih.
Stok beras tersebut juga akan digunakan untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP). “Juga akan dipakai untuk bantuan pangan beras. Insyaallah aman dan cukup,” ujarnya.
Mantan pimpinan Bulog Kantor Cabang Kediri itu menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi terkait rencana penyaluran bantuan pangan beras ke masyarakat. Sementara untuk harga eceran tertinggi (HET) mencapai Rp 9.950 perkilogram.
“Kita pengadaan saat ini Rp 9.950 perkilogram sesuai dengan ketentuan dari badan pangan,” katanya.
Selain itu, Bulog akan terus melakukan stabilisasi harga sebagai respon terhadap kenaikan harga beras. Stabilisasi itu akan dilakukan ke sejumlah pasar. Khususnya pasar yang mengalami inflasi di wilayah kerja Bulog Surabaya Utara.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor mengatakan, saat ini Mendagri telah mengeluarkan surat edaran (SE). Isinya meminta bantuan sosial (bansos) di tingkat kabupaten hingga pusat agar diakselerasi sebelum Idul Fitri.
Merespon hal itu, Muhdlor telah berdiskusi dengan pimpinan Bulog Surabaya Utara. Nantinya sekitar 92 ribu kilogram beras akan didistribusikan sebelum perayaan Idul Fitri. Termasuk juga dengan beberapa bansos lainnya.
“Ini yang harus menjadi atensi bersama dan kawal bersama. Kami juga melakukan permohonan jika nantinya melebihi batas normal agar ada atensi untuk operasi pasar,” terangnya.
Secara detail, lanjut Muhdlor, nantinya akan diatur oleh Disperindag Sidoarjo untuk menyesuaikan di setiap pasar. (boni)

