Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Senjata untuk KKB Papua
Jendelanusanews.com Surabaya – 11 Maret 2025 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api yang diduga akan disuplai ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang dilakukan oleh Polda Papua.
Kapolda Jatim, Komjen Pol Imam Sugianto, mengungkapkan bahwa penggerebekan dilakukan di Bojonegoro, Jawa Timur, setelah penyelidikan mengarah ke pemasok senjata dari daerah tersebut. Dalam operasi ini, Polda Jatim menangkap tiga tersangka yang berperan dalam perakitan dan distribusi senjata api ilegal.
“Tersangka yang diamankan antara lain TR sebagai pemasok dan distributor senjata serta amunisi, MK sebagai operator mesin perakitan, serta PJ yang berperan sebagai perakit senjata,” ujar Komjen Imam Sugianto dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa .
Selain itu, Polda DIY juga mengamankan seorang tersangka berinisial AP yang bertugas menyimpan senjata dan amunisi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sementara itu, Polda Papua dan Papua Barat menangkap dua mantan anggota TNI yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan ini.
Dari hasil pengungkapan, polisi menyita lima senjata api, termasuk dua senjata rakitan jenis Fajar dan tiga senjata laras pendek. Selain itu, ditemukan 982 butir amunisi berbagai kaliber, mulai dari 5,56 mm hingga 9 mm.
Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi jika ada anggota TNI atau Polri yang terlibat dalam jual beli senjata ke KKB. “Jika ada anggota yang terbukti menjual senjata ke KKB, akan diberikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Sebelumnya, penggerebekan terhadap rumah yang diduga menjadi bengkel perakitan senjata terjadi di Perumahan Kalianyar, Bojonegoro, pada Sabtu (8/3). Dalam operasi ini, polisi menyita beberapa mesin bubut yang diduga digunakan untuk memproduksi senjata api ilegal.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dalam penyelundupan senjata ke Papua.(Yudi)

