Probolinggo, JNN – Selama sekitar 3jam, hujan deras diiringi angin kencang, mengguyur Kota-Kabupaten Probolinggo, Senin (17/1/2022) kemarin.
Dampak yang ditimbulkan terjadi di Desa Gunggungan Kidul dan sekitarnya, di wilayah Kecamatan Pakuniran, mengakibatkan dua jembatan dan warung terhanyut, serta satu orang tewas. Korban tewas adalah Sunijar (53) warga Dusun Gunung Malang, Desa Gunggungan Kidul.
Berdasarkan informasi, berawal dari hujan dengan intensitas tinggi di Kota/Kabupaten Probolinggo, Senin (17/1/2022) mulai pukul 15.00-18.00 WIB. Sebelum hujan, Sanijar berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput.
Saat di Dusun Pancar, hujan belum turun dan Sanijar melewati jembatan dari aliran sungai Lereng Gunung Argopuro. Tak lama kemudian ketika mencari rumput, hujan mengguyur kawasan setempat. Sanijar yang membawa rumput kemudian hendak pulang.
Namun, Sanijar yang berada diatas jembatan mengalami nasib nahas. Jembatan penghubung antar dusun terputus, karena derasnya aliran sungai. Sehingga korban hanyut mengikuti aliran air tersebut.
Kapolsek Pakuniran, AKP Tavip Harianto membenarkan hilangnya seorang pencari rumput. Menurutnya, pihak keluarga menyadari hilangnya satu korban itu pada malam hari. Pasalnya, Sanijar tak kunjung pulang ke rumah.
Dia menceritakan saat hanyutnya korban, lokasi kejadian perkara tidak ada orang. Bahkan, listrik saat itu padam dan tak ada sinyal. Karena itu, perangkat desa yang mendapat laporan dari keluarga bergegas melapor kepada Polsek Pakuniran.
Tavip menuturkan warga dan Forkopimda bersama BPBD Kabupaten Probolinggo yang mencari menemukan korban sudah meninggal dunia di pinggir sungai di Dusun Gunung Malang, Selasa (18/1/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.
“Di pinggir sungai itu terlihat kaki dan tangannya. Keluarga tidak menuntut karena kejadian alam,” ujar dia.
Tavip melanjutkan, kemudian korban dievakusi menggunakan sarung dengan cara dipikul warga. Saat menuju rumahnya, warga menyusuri sungai. Sebab, jembatan yang sering dilewati mobil itu terputus.
Di bagian lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Supri Sayoga menyatakan, pascapelaporan, pencarian terhadap korban mengalami kendala pada malam hari. Sebab, aliran sungai deras dan lampu daerah sekitar padam.
Petugas pun memutuskan menghentikan pencarian sementara. Hari berganti saat pagi hari, pencarian kembali dilanjutkan. Korban ditemukan sudah meninggal dunia.
Sugeng menyebut, hasil laporan sementara ini, tercatat ada dua jembatan dan satu warung milik warga setempat, terhanyut. Dua jembatan itu diketahui penghubung antara Desa Patemon dengan Desa Ranon juga Desa Gunungan Kidul.
Hingga pukul 12.32 WIB, BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait detail kerusakan yang ditimbulkan.
“Yang jelas BPBD belum mendata detail. Karena malam hari itu sibuk lantaran pohon tumbang dan. Sekarangg pun masih eksekusi di alas sumur,” pungkas Sugeng. (t2k)

