Mirip dengan orang dewasa
Jakarta, JNN – Ada indikasi varian baru Covid-19 Omicron telah ‘menjelajah’ Nusantara. Dikatakan, Omicron jauh lebih menular ketimbang varian Delta, meski lebih ringan. Lantas, bagaimana gejala pada usia anak-anak yang terinfeksi varian Omicron? Simak tulisan berikut.
Pada dasarnya, sejumlah gejala yang ditemukan pada orang dewasa antara lain, batuk pilek, namun tidak ditemukan kehilangan indra penciuman dan perasa atau anosmia.
Pada sebuah diskusi hybrid, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Primaya, dr Robert Soetandio, SpA, MSi Med, mengatakan gejala Omicron pada anak cenderung sama seperti pada orang dewasa.
“Gejalanya pada anak sama. Jadi mirip memang seperti dewasa. Makanya kalau anak kita batuk pilek, kita harus hati-hati juga. Apalagi kalau nanti insidensinya naik,” ujar Dokter Robert, dikutip Viva, Rabu (29/12/2021).
Robert menambahkan, hingga saat ini berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah, angka kesakitan COVID-19 pada anak juga cenderung rendah.
“Biasanya hanya ada gejala seperti virus viral syndrome, seperti demam, gangguan respirasi seperti batuk, pilek, nyeri telak, tapi kalo gangguan penciuman, perasa, itu sampai saat ini belum ada laporannya,” ungkap dia.
Kendati varian Omicron hanya menimbulkan gejala ringan, Robert memperingatkan kita tetap harus waspada. Sebab, ketika virus masuk ke dalam tubuh, dia akan bermutasi lagi.
“Jadi, gimana caranya supaya virus ini sedikit mungkin masuk ke tubuh kita, supaya kita bisa membunuh virus itu dengan antibodi alami kita. Baik dengan cara vaksinasi ataupun alamiah,” ucap Robert.
Robert berujar, meski jika anak terinfeksi COVID-19 varian Omicron tidak menimbulkan gejala, namun hal itu bisa berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya. Terutama, bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta.
“Mungkin kalo di tubuh anak dia gak ada gejala, tapi kalau ada di sekitarnya yang punya komorbid, malah berbahaya,” kata Robert. (zulf)

