Beranda » Para Politisi Jangan Pernah Sepelekan Perkara Komunikasi, Hal Sekecil Apapun Bisa Berdampak Besar Jika Salah Berkomunikasi

Para Politisi Jangan Pernah Sepelekan Perkara Komunikasi, Hal Sekecil Apapun Bisa Berdampak Besar Jika Salah Berkomunikasi

JNN JEPARA—Setiap orang jangan pernah menyepelekan komunikasi termasuk para bakal calon anggota legislatif atau politisi lainnya. Kemampuan komunikasi menjadi prasyarat yang harus dimiliki politisi untuk personal branding. Dalam konteks politik, komunikasi penting untuk mendapatkan simpati publik, tapi tetap harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai transparansi dan kejujuran.

“Cara berkomunikasi dan kualitas isi komunikasinya sendiri menunjukkan identitas diri. Dalam konteks komunikasi politik, sekecil apapun hal itu bisa mempengaruhi citra politisi dan persepsi publik padanya,” demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana pada Sharing Komunikasi dan Motivasi sebagai bentuk pembekalan kepada bakal calon legislatif dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis 11 Mei 2023 siang.

Dr Aqua Dwipayana mendapat undangan mendadak untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para bakal calon (balon) legislatif dari Dewan DPD Partai Ummat Kabupaten Jepara. Melakukannya sebelum mereka mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara.

“Meski permintaan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para balon legislatif dari Dewan DPD Partai Ummat Kabupaten Jepara mendadak, namun alhamdulillah saya siap melaksanakan. Sekaligus mengedukasi mereka agar berkompetisi dengan sehat serta selalu mengutamakan etika dan kesantunan dalam berkomunikasi,” ujar Dr Aqua Dwipayana yang telah memotivasi lebih dari sejuta orang di Indonesia dan di puluhan negara.

Agenda utama Dr Aqua Dwipayana ke Jepara adalah ke Masjid Al-Birru milik Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad. Sejak dua tahun lalu masjid itu diresmikan, bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu belum pernah ke sana.

Ketika beberapa bulan lalu ketemu Asydhad, panggilan akrab Arifin Asydhad, Dr Aqua Dwipayana mengatakan di tengah jadwalnya yang super padat akan memprioritaskan waktunya mengunjungi Masjid Al-Birru.

“Hari ini (Kamis 11 Mei 2023 -red) janji tersebut saya penuhi. Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa mengunjungi Masjid Al-Birru persembahan Mas Arifin Asydhad untuk warga di kampungnya. Alhamdulillah…” Ungkap Dr Aqua Dwipayana.

Pria yang memiliki jejaring yang sangat luas itu mengaku kerap prihatin karena masih ada pihak yang menyepelekan atau bahkan tidak peduli pada komunikasi. Padahal, hal ini bisa berujung fatal. “Jangan pernah sekali pun menyepelekan komunikasi . Ini kelihatannya sederhana. Apalagi semua orang setiap hari berkomunikasi. Komunikasi itu sangat vital. Ibarat aliran darah dalam tubuh manusia,” pungkas pria yang telah memotivasi lebih dari sejuta orang baik di Indonesia maupun di puluhan negara.

Dr Aqua Dwipayana dalam setiap kesempatan senantiasa menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci keberhasilan seseorang serta keharmonisan sebuah organisasi.

“Dengan adanya komunikasi yang baik, seseorang bisa memahami orang lain. Tak hanya itu, hal ini juga akan membuat sebuah organisasi menjadi sejalan melaksanakan visi, misi, dan program kerja,” ungkap Dr Aqua Dwipayana.

Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara 23 Januari 1970 itu memperkenalkan lima kunci sukses dalam menjalankan peran dan profesi pada berbagai bidang yakni penerapan konsep komunikasi REACH Plus A dan C.

Aspek pertama adalah Respect atau menghormati orang lain, Empathy atau selalu merasakan apa yang dirasakan orang lain, Audible atau dapat didengar atau dipahami dengan baik, Clarity menggunakan kalimat sederhana secara terbuka. Humble rendah hati dan tidak sombong + Action dan Consistensy atau melaksanakan aksi nyata dan selalu konsisten.

“Laksanakanlah REACH Plus A dan C secara konsisten, serius, dan sungguh-sungguh. Insya Allah komunikasinya bagus dan semua target tercapai,” kata Dr Aqua Dwipayana.

Jadilah Jiwa Penolong
Pria rendah hati itu melanjutkan, jadilah pribadi yang menjaga kehormatan dan martabat profesi, apalagi menjadi balon anggota legislatif. Semua proses harus dilakukan dengan tidak menjelekkan sesama rekan serta senantiasa menegakkan integritas. Niatkan semuanya untuk membawa kebaikan dan kemaslahatan.

Dr Aqua Dwipayana juga mengatakan, hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain. Oleh karena itu, jadilah jiwa Sang Penolong dalam kehidupan ini. Siapapun yang bekerja di dalam lembaga yang sifatnya melayani kepenting masyarakat memiliki peluang besar untuk menjadi sosok penolong dan pelayan publik, termasuk bagi para politisi.

“Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain. Jadilah jiwa Sang Penolong dalam kehidupan ini. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada kita,” demikian pesan bernas yang disampaikan doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.

Dr Aqua Dwipayana melanjutkan bahwa melayani itu sangat mulia. Sehingga pria yang hobi silaturahim tersebut tidak ragu-ragu mengatakan bahwa semua yang berniat mengabdi demi kebaikan adalah para ahli surga. Orang yang bakal masuk surga.

“Melayani itu adalah pekerjaan yang mulia sekali. Melakukannya dengan setulus hati akan menjadikan kita sebagai manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, layanilah dengan sepenuh hati dalam bekerja. Kita bisa menjadi calon masuk surga. Asal selalu memberikan pelayanan kepada semua orang dengan ikhlas dan tidak pernah mengeluh,” ucap Dr Aqua Dwipayana.

Terkait itu, pembicara ulung tersebut mengajak semua yang hadir untuk selalu fokus melayani dengan ikhlas. Tanpa melihat latar belakang orang yang dilayani. Lakukanlah secara konsisten dan sungguh-sungguh. Kemudian rasakan manfaatnya.

Menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat tersebut, inti atau pusat dari sebuah pelayanan publik terletak pada cara berkomunikasi dan saling memahami, dalam berinteraksi dengan orang lain.

“Oleh karena itu, cara bagaimana kita menyampaikan pesan kepada orang lain menjadi sangat penting. Keterampilan berkomunikasi efektif merupakan syarat mutlak tersampaikannya pesan pelayanan publik tersebut dengan baik,” kata Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini.

Lebih jauh, Dr Aqua Dwipayana menguraikan tentang prinsip-prinsip komunikasi dalam pelayanan prima. “Pertama, setiap tindakan dalam pelaksanaan pelayanan berpotensi komunikasi. Kedua, komunikasi bertujuan mempengaruhi, menguasai opini, mengajak kerja sama,” ujar pria yang hobi silaturahim ini.

Selanjutnya, ketiga, komunikasi berkepentingan memberikan makna atas setiap interaksi yang terjadi sehingga terjadi kesalahpahaman dan terwujud hubungan yang saling menguntungkan. Serta keempat, semakin dekat hubungan psikologi sosial individu/organisasi terhadap kebutuhan, pelanggan, maka komunikasi yang dilakukan makin efektif.

Visi dan Misi Partai Ummat
Visi
Terwujudnya Indonesia sebagai negeri Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur dengan menegakkan nilai-nilai Ilahiah, Ukhuwah (Persaudaraan Ummat), Hurriyah (Kebebasan), Musawah (Kesamaan), dan ‘Adaalah (Keadilan) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi
• Mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.
• Mewujudkan kehidupan kebangsaan yang dirahmati Allah, yang memegang teguh nilai-nilai Ilahiah dengan tetap menjaga nilai luhur budaya bangsa serta mengembangkan semangat perdamaian, toleransi, saling menghormati, dan bekerja sama.
• Mewujudkan kekuasaan pemerintahan yang adil, amanah, dan bertanggung jawab secara konstitusional melalui pemilihan umum yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.
• Mewujudkan pemerintahan yang Amanah, kuat dan berwibawa, bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menegakkan transparasi, akuntabilitas, maslahat umum, dan sistem meritokrasi.
• Mewujudkan sistem ekonomi Indonesia yang makmur, dan berkeadilan berdasarkan Pancasila sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia 1945.
• Mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan air.
• Menegakkan hukum yang adil tanpa diskriminasi melalui apparat dan institusi hukum yang bersih, mandiri, dan profesional.
• Mewujudkan kebebasan pers yang bertanggung jawab yang dilandasi oleh hukum dan etika moral, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.
• Mewujudkan kualitas pendidikan yang holistik, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda milenial yang memiliki kesadaran Ilahiah, berakhlak mulia, professional, dan memiliki jiwa nasionalisme Indonesia.
• Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan perempuan melalui perlindungan, pemberdayaan, dan optimalisasi perannya untuk kemaslahatan ummat.
• Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan jaminan atas hak-hak tenaga kerja, petani, dan nelayan.
• Menciptakan tatanan kehidupan sosial yang saling menghormati serta mengembangkan daya cipta, rasa, dan karsa yang unggul serta mengedepankan kearifan lokal sebagai kekayaan budaya nasional.
• Meningkatkan perlindungan dan jaminan atas pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja bagi seluruh rakyat.

Motto/Slogan
“An-nahyu ‘Anil Dzulmi, Al Amru bil A’dli” (Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan)

Apresiasi Visi dan Misi
Dalam kesempatan tersebut, Dr Aqua Dwipayana menyatakan sangat mengapresiasi visi dan misi Partai Ummat. Ia menegaskan bahwa visi dan misi yang dirumuskan sangat bagus dan menunjukkan pemikiran yang komprehensif.

Hanya saja, pria santun dan senang menolong orang lain ini mengingatkan setiap kader partai tersebut untuk senantiasa mengusung visi dan misi organisasi. Visi dan misi itu jangan sekadar slogan tetapi benar-benar diserap dalam sanubari dan melaksanakannya secara konsisten.

Lebih jauh, mantan wartawan di banyak media besar ini mengatakan visi dan misi partai politik harus menjadi pedoman yang jelas dalam perumusan kebijakan, pembentukan platform politik, dan tindakan partai secara keseluruhan. Hal ini juga akan membantu dalam membangun kepercayaan dan memperoleh dukungan masyarakat yang memiliki visi dan nilai yang sama.

“Laksanakan visi dan misi tersebut secara nyata dalam kehidupan sosial. Tentu, visi dan misi partai politik tidak sekadar semboyan, tetapi harus menjadi landasan yang jelas dan konkret yang menggambarkan tujuan dan komitmen partai tersebut,” pungkas Dr Aqua Dwipayana.*** (Sk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *