Surabaya, JNN – Resmi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melalui Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, telah menandatangi keputusan tentang Upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2022 di Jawa Timur.
Surat keputusan bernomor 188/803/KPTS/013/2021 tersebut, ditetapkan UMK tahun 2022 Kota Surabaya dan 37 daerah lain di Jawa Timur. Dalam SK tersebut, UMK Kota Surabaya tahun 2022 tercatat tertinggi di Jawa Timur.
Penetapan UMK tahun 2022 Kota Surabaya dan kota lain di Jawa Timur ini, sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kementerian Ketenagakerjaan meminta penetapan UMK tahun 2022 paling lambat 30 November 2021.
Dari 38 daerah, Surabaya menjadi daerah dengan nilai UMK tertinggi tahun 2022 yakni Rp4.375.479,19. Sementara daerah dengan nilai UMK tahun 2022 terendah adalah Kabupaten Sampang Rp1.922.122,97.
Dibanding pada 2021, nilai UMK Jatim tercatat mengalami kenaikan untuk semua daerah. UMK tahun 2022 Kota Surabaya naik sedikit dibanding pada 2021 yang tercatat Rp4.300.479.
Sedangkan, UMK tahun 2022 Kabupaten Sampang bertambah sedikit dari 2021 sebesar Rp1.938.321. Meski terendah di Jawa Timur, UMK tahun 2022 Kabupaten Sampang bukan yang terendah di Indonesia.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Pemprov Jatim, Himawan Estu Bagijo memastikan kenaikan UMK 2022, termasuk di Kota Surabaya, merupakan salah satu poin kesepakatan dalam pertemuan tertutup antara serikat buruh dan Pemprov Jatim pada Selasa (30/11/2021) petang.
Kenaikan UMK 2022 Kota Surabaya dan daerah lain di Jawa Timur juga sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021. PP 36 Tahun 2021 merupakan salah satu turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dinyatakan inskonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi.
Berikut Besaran UMK Tahun 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jatim sesuai surat keputusan Gubernur Jatim nomor 188/803/KPTS/013/2021:
1. Kota Surabaya: Rp 4.375.479,19
2. Kabupaten Gresik: Rp 4.372.030,51
3. Kabupaten Sidoarjo: Rp 4.368.581,85
4. Kabupaten Pasuruan: Rp 4.365.133,19
5. Kabupaten Mojokerto: Rp 4.354.787,17
6. Kabupaten Malang: Rp 3.068.275,36
7. Kota Malang: Rp 2.994.143,98
8. Kota Pasuruan: Rp 2.838.837,64
9. Kota Batu: Rp 2.830.367,09
10. Kabupaten Jombang: Rp 2.654.095,88
11. Kabupaten Probolinggo: Rp 2.553.265,95
12. Kabupaten Tuban: Rp 2.539.224,88
13. Kota Mojokerto: Rp 2.510.452,36
14. Kabupaten Lamongan: Rp 2.501.977,27
15. Kota Probolinggo: Rp 2.376.240,63
16. Kabupaten Jember: Rp 2.355.662,91
17. Kabupaten Banyuwangi: Rp 2.328.899,12
18. Kota Kediri: Rp 2.118.116,63
19. Kabupaten Bojonegoro: Rp 2.079.568,07
20. Kabupaten Kediri: Rp 2.043.422,93
21. Kota Blitar: Rp 2.039.024,44
22. Kabupaten Tulungagung: Rp 2.029.358,67
23. Kabupaten Blitar: Rp 2.015.071,18
24. Kabupaten Lumajang: Rp 2.000.607,20
25. Kota Madiun: Rp 1.991.105,79
26. Kabupaten Sumenep: Rp 1.978.927,22
27. Kabupaten Nganjuk: Rp 1.970.006,41
28. Kabupaten Ngawi: Rp 1.962.585,99
29. Kabupaten Pacitan: Rp 1.961.154,77
30. Kabupaten Bondowoso: Rp 1.958.640,12
31. Kabupaten Madiun: Rp 1.958.410,31
32. Kabupaten Magetan: Rp 1.957.329,43
33. Kabupaten Bangkalan: Rp 1.956.773,48
34. Kabupaten Ponorogo: Rp 1.954.281,32
35. Kabupaten Trenggalek: Rp 1.944.932,74
36. Kabupaten Situbondo: Rp 1.942.750,77
37.Kabupaten Pamekasan: Rp 1.939.686,39 38. Kabupaten Sampang: Rp 1.922.122,97 (brint)

