Beranda » Peringati Hari Pahlawan, Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Tahlil dan Silahturahmi

Peringati Hari Pahlawan, Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Tahlil dan Silahturahmi

Di Menara Lama Monumen Pers

Surabaya, jendelanusanews.com – Memperingati Hari Pahlawan tahun ini, Solidaritas Wartawan Surabaya, menggelar tahlil dan silaturahmi, di Menara Lama Monumen Pers di Jalan Tunjungan No 100 Surabaya, Rabu (9/11/2022).

Acara yang diinisiasi sejumlah rekan media online di Surabaya itu, berlangsung hikmat dan gayeng penuh kekeluargaan, tanpa meninggalkan rasa patriotisme perjuangan seperti yang dilakukan arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris waktu itu.

Seorang tokoh masyarakat, Marzuki, yang hadir pada acara itu, berharap kepada jurnalis muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperi pendahulunya.

“Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke empat negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan, maka dari itu sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini. Sebab Menara Lama Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers, jadi siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya,” wejang Marzuki, yang pernah menjadi anggota DPRD Surabaya di era 80-an itu.

Di sisi lain, sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, Kiki Kurniawan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rekan media yang hadir dan mendukung terselenggaranya acara itu.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua,” ujar Kiki.

Pria juga menjadi Wakil Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) ini bilang, pihaknya sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana, sebab ini murni gerakan moral.

“Sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa. Buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita, acara ini dapat digelar meski dengan camilan seadanya dan minum air kemasan. Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Karena itu, kami mengajak seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama, dan bukan milik seseorang ataupun golongan.” pinta Kiki. (untung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *